Struggle For Life in Paradise Behind The Scene PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 03 January 2011 23:08
There are no translations available.

 


Struggle for life in Paradise - Lost in Paradise

 

LATAR BELAKANG CERITA

Tulamben sebuah desa kecil di Kabupaten Karang Asem Pulau Dewata Bali memiliki potensi keindahan alam yang sangat luar biasa. Keseharian pekerjaan kami yang bekerja sebagai professional diver di Tulamben menginsiprasikan kami untuk menyajikan keindahan alam Tulamben dalam sebuah karya foto dengan konsep terpadu. Saya dan rekan saya Monica mencoba membuat sebuah cerita sederhana yang disesuaikan dengan ketersediaan landscape yang tersedia di Tulamben.

Konsep cerita yang kami padukan dalam karya foto ini mengacu kepada beberapa highlight yang dimiliki Tulamben, antara lain Bangkai Kapal Karam yang berada di kedalaan 15 meter pantai Tulamben, pantai yang berbatu, serta sedikit hutan kering yang terletak di atas bukit bersebelahan dengan Pura desa Tulamben. Dengan demikian, kami mengerahkan seluruh potensi fotografi yang kami miliki, dari kemampuan memotret didalam air, land photography, serta digital imaging.

Dikisahkan, seorang wanita (diperankan oleh Listy Simanjuntak) yang terperangkap didalam kapal yang tenggelam hendak menyelamatkan dirinya dari kapal naas tersebut. Berkat kegigihan yang luar biasa, dia berhasil keluar dari reruntuhan kapal. Pada karya ini kami mengambil lokasi bangkai kapal USS LIberty, sebuah Kapal Amerika yang rusak berat ditembak torpedo Jepang. Kapal tersebut pada tahun 1942 hendak diderek ke Singaraja, namun tenggelam di Pantai Tulamben. Saat ini reruntuhan ini menjadi atraksi selam yang kerap dikunjungi penyelam mancanegara.

Kelanjutan kisah ini, diceritakan bahwa wanita tersebut terombang-ambing di laut sampai suatu waktu ia terdampat di sebuah Pulau yang Indah. Ia pun dengan gigih berusaha untuk bertahan hidup, dari mencari ikan untuk makan, sampai akhirnya diselamatkan oleh seorang Pemuda yang akhirnya menjadi belahan jiwanya.

 

 


Persiapan underwater photo session Tulamben

 

SCENE 1 - LADY OF THE SUNKEN SHIP

Pada skenario pemotretan yang pertama, dikisahkan seorang wanita yang terperangkap di dalam kapal yang tenggelam. Oleh karena itu kami harus melakukan photo session dibawah air, yang mana kami pilih lokasinya adalah Reruntuhan Kapal USS Liberty yang tenggelam pada kedalaman rata-rata 10-30 meter dibawah permukaan air laut. Ada Banyak bagian dari kapal tersebut yang bisa digunakan sebagai lokasi foto, namun kami memilih Cargo Room pada kapal tersebut untuk menciptakan suasana dramatis. Cargo Room Kapal ini terletak pada kedalaman 15 meter dengan atap yang masih setengah tertutup, dengan demikian cukup riskan untuk melakukan pemotretan model tanpa alat selam (Scuba) di posisi ini.

Perlu kami himbau, jangan meniru tindakan ini jika anda tidak paham betul apa yang sedang anda lakukan. Pemotretan dibawah air laut dengan kedalaman lebih dari 3 meter dapat menimbulkan potensi bahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Kami menunjuk seorang Safety Diver (Penyelam keselamatan) yang bertugas khusus untuk memberi nafas kepada sang Model sewaktu-waktu diperlukan. Perlu kami tekankan bahwa model yang kami gunakan untuk pemotretan ini adalah penyelam bersertifikat yang sudah terlatih didalam air. Safety diver yang kami gunakan adalah Bapak Tedja, beliau sudah berpengalaman dalam menjadi safety diver saat pemotretan bawah air untuk Nadine ChandraWinata dalam buku 'the labour of love' karya Pak Windiarto.

 

Tata laksana, prosedur dan komunikasi harus direncanakan secara matang sebelum pemotretan dimulai. Tanpa hal tersebut, pemotretan akan menjadi sia-sia bahkan berpotensi membahayakan jiwa sang model. Model harus mahir menahan nafas, pintar dalam berpose, mahir didalam air dan menggunakan alat selam, dll. Proses pemotretan di cargo room ini tak lebih dari 15 menit saja, supply udara yang digunakan oleh safety diver dan model sudah mendekati kosong. Ya memang sungguh cepat, karena cukup melelahkan bagi safety diver yang harus memandu dan menjaga model, sigap saat dibutuhkan. Memotret model didalam air seperti ini sungguh sulit, mendebarkan, dan sungguh menjadi tantangan tersendiri.

 


Model dibawa menuju ke lokasi pemotretan 15 meter dibawah permukaan laut (Photo by Monica).



Tiba di Cargo Room yang merupakan titik pemotretan (Photo by Monica).



Penatalaksana, koordinasi, serta komunikasi sangat essential dalam pemotretan bawah air seperti ini
karena kita tidak bisa berkomunikasi efektif didalam air.



Inilah hasil pemotretan dengan judul LADY OF THE SUNKEN SHIP

 

SCENE 2,3, 4 - CAST AWAY, STRANDED IN PARADISE, AND CLIMBING THE ROCK

Setelah berhasil meloloskan diri dari kapal naas tersebut, sang pemeran dikisahkan terdampar disebuah Pulau tak dikenal yang pemandangannya indah seperti didalam surga. Pemotretan scene ini ada yang menggunakan teknik fotografi bawah air, namun sebatas dipermukaan air saja.

 


Pemotretan dibawah permukaan air



Pemotretan Half-half

 

 


Hasil Akhir

 

Skenario selanjutnya adalah, pemeran terdampar disebuah Pulau yang indah. Dengan eksperi dan character yang kuat untuk berjuang agar tetap hidup. Saya memilih spot pemotretan di titik drop off point tepat dibawah Pura desa Tulamben, dengan pemandangan pantai berbatu serta background karang dengan ornamen alami.

 


Behind the scene 'STRANDED IN PARADISE'



Hasil akhir - STRANDED IN PARADISE

 

Setelah terdampar di Pulau, take berikutnya adalah pemotretan di bebatuan karang yang mengisahkan sang model memanjat keatas bukit untuk mencari pertolongan. Kesulitan bagi kami saat itu untuk menempatkan peralatan lighting karena kondisi medan yang berbatu dan curam.

 


Behind the scene 'CLIMBING OVER THE ROCK'



Hasil akhir 'CLIMBING OVER THE ROCK'

 

SCENE 5,6 - OVERNIGHT IN THE JUNGLE PARADISE

Malam pun tiba, sang pemeran diceritakan menikmati indahnya malam di hutan yang damai untuk melewatkan malam sambil melepas lelah. Kami memilih spot di sebelah pura Tulamben dengan hutan kering, sedikit berbatu, sesekali domba piaraan penduduk setempat melintasi rerumputan hutan tersebut. Waktu yang kami pilih sengaja di sore hari, berharap matahari menyinari backgroung secara menyamping (side-light). Kami memadukan teknik HDR, lighting, dan digital imaging untuk menciptakan foto-foto pada scene ini.

 


Behind the scene - LOST IN PARADISE

 


Behind the scene - LOST IN PARADISE

 

Scene terakhir, finally meet the savior diceritakan seorang pemuda akhinya menemukan sang wanita yang tersesat, cerita diakhiri happy ending.

 


Behind the scene - MEET THE SAVIOR

 


Hasil - MEET THE SAVIOR

 

Demikianlah sekedar sharing karya kami yang sederhana, dari segala sesuatu yang terbatas. Kami mencoba untuk mengakali segala keterbatasan kami dalam sebuah kreativitas dan improvisasi. Kami sadar bahwa karya kami jauh dari sempurna, oleh sebab itu segala saran dan kritik akan sangat kami hargai.

 


STRUGGLE FOR LIFE IN PARADISE - Photographer team, THANKS to ALL

 


concept and idea
MONICA SHER & KAUFIK
photographer KAUFIK ANRIL
models LISTY SIMANJUNTAK
CHRISTOFEL SIMANJUNTAK
safety diver TEDJA
make up LISTY
property support MIMPI RESORT TULAMBEN
BELAJAR DIVING DOT COM
crew NGURAH
MADE
location TULAMBEN
equipment Nikon D70 + 10,5mm (underwater)
Nikon D300 + 18-70mm (land)
Last Updated on Wednesday, 05 January 2011 20:53